Langsung ke konten utama

Mensos Tak Cemas Iuran BPJS Masyarakat Miskin Naik



Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku tak khawatir bila kenaikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan akan menekan daya beli penduduk miskin. Ia menjamin, negara tetap hadir untuk membantu biaya kesehatan masyarakat miskin.
Kehadiran tersebut dilakukan dengan membayari iuran BPJS Kesehatan masyarakat miskin yang sudah dimasukkan ke dalam peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Oleh karenanya, kenaikan iuran ini tak akan membebani pengeluaran masyarakat miskin setiap bulannya.
Sekadar informasi, pemerintah membayar iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin sejak 2014 lalu. Anggaran itu masuk ke dalam alokasi pos bantuan sosial di dalam APBN setiap tahunnya.
Data BPJS Kesehatan menyebut terdapat 133 juta peserta PBI di tahun ini. Sementara itu, iuran yang dibayarkan pemerintah bagi peserta PBI terbilang Rp23 ribu per kepala per bulan.
"Tidak berpengaruh ke daya beli. PBI dananya disiapkan oleh negara untuk biaya jaminan kesehatan untuk 40 persen penduduk miskin. Jadi 40 persen itu dia tidak bayar, yang bayar negara," ungkap Agus di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (30/8).
Tak hanya PBI, pemerintah juga akan menyesuaikan iuran untuk golongan peserta mandiri. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menyatakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan berlaku mulai 1 September 2019.
Sebelum diterapkan, kata Puan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menerbitkan peraturan presiden pada akhir bulan ini. Setelah perpres terbit, Kementerian PMK akan menerbitkan aturan turunan berupa peraturan menteri koordinator PMK. Peraturan akan mengatur ketentuan bantuan pemerintah bagi peserta PBI.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usul agar iuran kepesertaan BPJS Kesehatan peserta mandiri dikerek naik hingga dua kali lipat dari yang ada sekarang. Untuk kelas Mandiri I ia usul iuran naik 100 persen dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu per peserta per bulan.
Lalu, tarif iuran kelas Mandiri II naik dari Rp59 ribu menjadi Rp110 ribu per peserta per bulan.
Kendati begitu, Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan masih dibahas pemerintah. Sampai saat ini, aturan tentang kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang bakal dituangkan dalam perpres juga belum selesai disusun.
"Ia (dituangkan dalam perpres), tapi kan pembahasannya masih dua tahap lagi. Masih ada pembahasan, Ibu Menteri terkait BPJS," kata Ngabalin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Heboh Polisi ‘Terseret’ di Kap Mobil: Polantas dapat Hadiah & Terungkap Pelaku adalah Mahasiswa S2

Media sosial geger akibat adanya video polantas yang ‘terseret’ di kap mobil akibat mau menilang mobil yang melanggar peraturan lalu lintas. Sosok polantas tersebut menuai pujian berkat aksi heroiknya dalam menjalankan tugas. Yuk, cari tahu lebih lanjut soal kejadian viral tersebut. Video polantas yang beraksi dengan ‘nemplok’ di kap mobil pada saat mau menilang menjadi sorotan. Diketahui, polisi tersebut hendak menilang tapi si pengemudi terus melajukan mobilnya. Akhirnya polisi yang berada di depan menempel di kap mobil dan diseret. Beruntung tidak ada yang terluka akibat kejadian ini. Tidak heran aksi polantas ini menuai pujian dari warganet. Di video tersebut, dia tampak nekat turun dari mobil meski mobil tidak melambat sehingga dia harus berlari mundur dengan susah payah sambil menjaga keseimbangan. Karena aksinya itu, ponselnya sampai terjatuh dan terbelah. Menurut keterangan Kepala Bidang Humas Jabar Kombes Pol Trunoyudo , Wisnu Andiko , peristiwa tersebut terjadi Kamis siang ...

Begini Kronologi Bocah Blitar yang Tewas Tersedak Sempol

Moh Adil Fikri Amruloh meninggal sesaat setelah makan sempol. Begini detik-detik bocah berusia 8 tahun warga Dusun Bakalan Rt 4 Rw 5, Desa/Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar , terakhir hingga ajal menjemputnya. Pada Minggu (28/7/2019) korban diketahui membeli jajanan sempol di warung Bu Bentik, dekat rumahnya. Korban membeli sempol Rp 4.000 dan mendapatkan 8 biji sempol. Tiga saksi melihat, korban makan sempol tersebut habis enam biji. Tiba-tiba mereka melihat korban memukul-mukul dadanya dan minta minum. "Ada tiga saksi yang melihat kejadian itu di warung Bu Bentik. Awalnya semua normal, sampai korban makan sempol habis enam. Tiba-tiba mukul-mukul dadanya terus minta minum," kata Kapolsek Wonodadi AKP Yoni dikonfirmasi detikcom, Senin (29/7/2019). Melihat kondisi itu, lanjut Yoni, beberapa saksi mendekati korban berusaha memasukkan minuman ke dalam mulutnya. Namun air tak bisa masuk ke tenggorokan korban. Korban lalu duduk di tanah dan berguling-guling dengan kon...

North West Putri Kim Kardashian Pakai Tindik Padahal Baru 6 Tahun, Sang Ibu Beri Klarifikasi

Segala macam tingkah keluarga Kardashian tampaknya memang selalu menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk diikuti. Tak terkecuali Kim Kardashian beserta suami dan keempat anaknya. Belum lama ini, Kim kembali menjadi sorotan saat ia membagikan sejumlah foto di Instagram Story miliknya. Foto-foto bernuansa hitam putih tersebut rupanya diposting dalam rangka memperingati ulang tahun sang nenek, Mary Jo Campbell , yang ke-85. Pada akhir pekan lalu, keluarga besar Kardashian memang secara khusus menggelar pesta meriah untuk Mary Jo. Tak cuma anak dan cucu, para cicitnya pun turut memeriahkan pesta ini. Termasuk putri sulung Kim Kardashian , North West . North tentunya tak mau ketinggalan untuk ikut eksis di sejumlah foto perayaan ulang tahun ini. Namun rupanya, tampilan North dalam foto-foto tersebut justru mencuri perhatian. Pasalnya, sulung dari empat bersaudara itu terlihat memakai piercing alias tindik pada bagian hidungnya. Tentunya ini agak mengejutkan, mengingat bahwa No...