Langsung ke konten utama

Letusan Gunung Berapi Raikoke Terlihat dari Luar Angkasa

Letusan Gunung Berapi Raikoke Terlihat dari Luar Angkasa

Indonesia -- Foto-foto baru Bumi dari luar angkasa mengungkapkan debu abu coklat mengepul dari gunung berapi Raikoke di Samudra Pasifik Utara setelah letusan pada hari Sabtu, (22/6).

Salah satu gambar diambil oleh astronot Ekspedisi 59 di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada pagi hari saat terjadi letusan.

Gunung berapi yang sebagian besar tidak aktif meletus untuk pertama kalinya dalam hampir 100 tahun pada pukul 4 pagi waktu setempat. Letusan ini mengirimkan awan gumpalan vulkanik tebal 13 hingga 17 kilometer di atas permukaan laut.

Hal ini terlihat dari Badan Antariksa Eropa, yang satelit Copernicus Sentinelnya mencitrakan letusan dari orbit.


Gambar itu juga menunjukkan cincin awan di pangkalan itu, yang tampaknya terbentuk dari uap air. Satelit NPP Terra dan Suomi NASA juga melihat debu-debu di angkasa.

"Sungguh gambar yang spektakuler," Simon Carn, seorang ahli vulkanologi di Michigan Tech, mengatakan dalam pernyataan NASA.

"Cincin awan besar putih di dasar kolom mungkin merupakan tanda udara yang ditarik ke dalam kolom dan kondensasi uap air. Atau itu bisa berupa uap yang naik dari interaksi antara magma dan air laut karena Raikoke adalah kecil pulau dan arus kemungkinan memasuki air. "

Raikoke adalah bagian dari Kepulauan Kuril Rusia, dan telah meletus dua kali sebelumnya yakni pada 1778 dan 1924.

Letusannya yang baru-baru ini mengejutkan, dan satelit telah melacak abu yang naik dari gunung berapi, karena dapat menimbulkan bahaya bagi pesawat, menurut pernyataan NASA.

Satelit juga telah melacak pergerakan gas vulkanik - Raikoke menghasilkan segumpal belerang dioksida yang terkonsentrasi, yang bergerak ke timur saat tersapu ke arah badai di Pasifik Utara.

Carn menunjukkan bahwa gas beracun mungkin telah mencapai stratosfer, lapisan atmosfer kedua di Bumi.
"Kegigihan sejumlah besar SO2 selama dua hari terakhir juga menunjukkan injeksi stratosfer," katanya dalam pernyataan itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gareth Bale Mau Dibuang, Mengapa Zidane Masih Memainkannya?

Pelatih Real Madrid , Zinedine Zidane memberikan alasan mengapa memainkan Gareth Bale pada laga pramusim melawan Arsenal. Putusan itu jadi sorotan karena sejak jelang berakhirnya musim 2018/19 hingga beberapa pekan terakhir ini, Zidane sering menyebutkan jika Bale akan dilepas pada musim ini karena sang pemain tak masuk dalam rencananya di musim 2019/20 nanti. Dalam pertandingan melawan Arsenal di laga pramusim, Rabu, Gareth Bale dimainkan Zidane sebagai peain pengganti. Pemain asal Wales itu mencetak satu gol ikut membantu menyamakan kedudukan jadi 2-2. Madrid kemudian menang adu penalti 3-2. Mainnya Bale membuat publik bertanya-tanya apakah Bale tetap dilepas atau dipertahankan. “Ya, dia masih bersama kami dan mau main, penampilannya juga bagus dan saya senang dengannya,” papar Zidane kepada Diario AS. Pria asal Prancis itu melanjutkan, “Seperti yang saya pernah bilang, sekarang ini ya Gareth masih di sini, masih bersama kami. Tapi di hari lain belum tahu, itu lihat saja na...

Masyarakat Pesisir Pantai Selatan Diminta Pahami Tanda Tsunami

Masyarakat pantai selatan Kabupaten Malang diminta selalu waspada terhadap potensi terjadinya gempa dan tsunami. Karena wilayah yang berada di area pergerakan aktif lempeng Indo-Australia dan Euroasia. "Tetap waspada terkait dengan gejala-gejala yang menimbulkan tsunami atau tidak. Karena pasti akan ada tanda-tanda tertentu, tidak panik," kata Bambang Istiawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Malang, Minggu (21/7). Bambang menegaskan, setiap laut mesti mempunyai potensi tsunami yang sampai sekarang belum ada keilmuan yang bisa memperkirakan kapan terjadinya. Seperti diibaratkan gunung berapi, pasti akan berpotensi meletus tetapi tidak tahu kapan meletusnya. "Berkaitan dengan itu, kami waspada, artinya bahwa tanda-tanda tsunami itu ada. Kita memiliki waktu sekitar 15 menit untuk bisa menjauh dari titik pantai," katanya. Kabupaten Malang memiliki titik wisata pantai di sepanjang selatan pulau Jawa. Masyarakat pinggi...

stri Hilang Ingatan, Suami Melamar Untuk Kedua Kalinya

Seperti dalam Film, Istri Hilang Ingatan, Suami Melamar Untuk Kedua Kalinya Kisah seorang yang hilang ingatan tak jarang diangkat menjadi film, drama, atau sinetron. Seseorang yang tak ingat kenangan dengan pasangannya pun beberapa kali mewarnai layar kaca bergenre romantis. Sebut saja salah satunya  The Vow  yang terkenal itu. Bak film romansa, kisah semacam itu terjadi di dunia nyata. Kisah itu dialami Laura Hart Faganello. Melalui media sosialnya, Laura Faganello pun membagikan kisahnya. Sebelum kecelakaan yang mengakibatkannya hilang ingatan, Laura Faganello menikah dengan Brayden Faganello pada 2016. Sembilan bulan setelah pernikahannya, kepala Laura tertimpa benda dan mendapat benturan keras. Laura pun mengalami cedera otak. Setelah perempuan itu sadar, dirinya berpikir berusia 17 tahun dan tidak tahu siapa itu Brayden. "Kenangan pertemuan saya, jatuh cinta, dan menikahi Brayden hilang." tulis Laura. Alami masa sulit Sejak kecelakaan ...