Langsung ke konten utama

Cuitan Trump soal Anggota DPR AS "Non Kulit Putih" Picu Kemarahan



Serangkaian tweet Presiden Donald Trump pada hari Minggu (14/7) pagi, yang oleh para pengecamnya langsung dianggap rasis dan xenofobik telah memicu kontroversi baru yang menyasar beberapa anggota baru Kongres.

Trump di Twitter, yang menarget perempuan anggota Kongres, Partai Demokratik yang beraliran progresif, memberi tahu mereka agar "kembali" dan membantu negara-negara "sarat kejahatan" darimana mereka berasal.

Dari empat anggota Kongres yang tampaknya menjadi sasaran, hanya satu anggota Kongres dari Minnesota, Ilhan Omar asal Somalia lahir di luar AS. Tiga lainnya adalah penduduk asli Amerika: Ayana Pressley yang merupakan wakil dari Massachusetts, lahir di Cincinnati, Ohio, Alexandria. Ocasio-Cortez adalah penduduk asli New York (dan mewakili bagian timur Bronx dan sebagian utara-tengah Queens dan Rashid Tlaib, dari Michigan, lahir di Detroit.

Gedung Putih belum menanggapi permintaan VOA mengenai apakah sebelum mengirim tweet, presiden mengetahui tiga dari empat anggota Kongres itu lahir di Amerika.

Pihak Progresif sebelumnya bentrok dengan Ketua DPR dari Partai Demokrat Nancy Pelosi karena kebijakan imigrasi dan masalah lainnya. Perselisihan ini dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian Trump, bahkan membuatnya memberi dukungan publik yang langka bagi Pelosi setidaknya menyangkut usaha Pelosi mengendalikan keempat anggota Kongres yang baru terpilih itu.

Kicauan Trump mengenai anggota minoritas perempuan pemula di Kongres, yang dikenal sebagai "squad' atau pasukan itu, 'muncul sekitar 20 menit setelah sebuah segmen mengenai mereka di Fox News Channel.

Presiden Trump sering bereaksi cepat di media sosial mengenai apa yang disaksikannya di jaringan telebvisi Fox. Omar, khususnya, sering menjadi topik liputan kritis pada saluran televisi kabel itu sebagian karena sering mengecam Israel dan komentar-komentar yang dianggap anti-Yahudi.

Omar dan Tlaib adalah dua perempuan Muslim pertama yang bertugas di Kongres. Banyak pengguna sosial media mengecam tweet Trump yang bahkan oleh norma-norma provokatifnya dipandang melanggar batas baru.

Di antara para pengecam yang paling menonjol adalah Pelosi, yang menyebut pernyataan Trump sebagai xenophobia, "untuk memecah belah bangsa kita" dan "menegaskan kembali rencananya untuk Membuat Amerika Jaya Lagi ' sebenarnya mengenai membuat Amerika putih kembali."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Heboh Polisi ‘Terseret’ di Kap Mobil: Polantas dapat Hadiah & Terungkap Pelaku adalah Mahasiswa S2

Media sosial geger akibat adanya video polantas yang ‘terseret’ di kap mobil akibat mau menilang mobil yang melanggar peraturan lalu lintas. Sosok polantas tersebut menuai pujian berkat aksi heroiknya dalam menjalankan tugas. Yuk, cari tahu lebih lanjut soal kejadian viral tersebut. Video polantas yang beraksi dengan ‘nemplok’ di kap mobil pada saat mau menilang menjadi sorotan. Diketahui, polisi tersebut hendak menilang tapi si pengemudi terus melajukan mobilnya. Akhirnya polisi yang berada di depan menempel di kap mobil dan diseret. Beruntung tidak ada yang terluka akibat kejadian ini. Tidak heran aksi polantas ini menuai pujian dari warganet. Di video tersebut, dia tampak nekat turun dari mobil meski mobil tidak melambat sehingga dia harus berlari mundur dengan susah payah sambil menjaga keseimbangan. Karena aksinya itu, ponselnya sampai terjatuh dan terbelah. Menurut keterangan Kepala Bidang Humas Jabar Kombes Pol Trunoyudo , Wisnu Andiko , peristiwa tersebut terjadi Kamis siang ...

stri Hilang Ingatan, Suami Melamar Untuk Kedua Kalinya

Seperti dalam Film, Istri Hilang Ingatan, Suami Melamar Untuk Kedua Kalinya Kisah seorang yang hilang ingatan tak jarang diangkat menjadi film, drama, atau sinetron. Seseorang yang tak ingat kenangan dengan pasangannya pun beberapa kali mewarnai layar kaca bergenre romantis. Sebut saja salah satunya  The Vow  yang terkenal itu. Bak film romansa, kisah semacam itu terjadi di dunia nyata. Kisah itu dialami Laura Hart Faganello. Melalui media sosialnya, Laura Faganello pun membagikan kisahnya. Sebelum kecelakaan yang mengakibatkannya hilang ingatan, Laura Faganello menikah dengan Brayden Faganello pada 2016. Sembilan bulan setelah pernikahannya, kepala Laura tertimpa benda dan mendapat benturan keras. Laura pun mengalami cedera otak. Setelah perempuan itu sadar, dirinya berpikir berusia 17 tahun dan tidak tahu siapa itu Brayden. "Kenangan pertemuan saya, jatuh cinta, dan menikahi Brayden hilang." tulis Laura. Alami masa sulit Sejak kecelakaan ...

Masyarakat Pesisir Pantai Selatan Diminta Pahami Tanda Tsunami

Masyarakat pantai selatan Kabupaten Malang diminta selalu waspada terhadap potensi terjadinya gempa dan tsunami. Karena wilayah yang berada di area pergerakan aktif lempeng Indo-Australia dan Euroasia. "Tetap waspada terkait dengan gejala-gejala yang menimbulkan tsunami atau tidak. Karena pasti akan ada tanda-tanda tertentu, tidak panik," kata Bambang Istiawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Malang, Minggu (21/7). Bambang menegaskan, setiap laut mesti mempunyai potensi tsunami yang sampai sekarang belum ada keilmuan yang bisa memperkirakan kapan terjadinya. Seperti diibaratkan gunung berapi, pasti akan berpotensi meletus tetapi tidak tahu kapan meletusnya. "Berkaitan dengan itu, kami waspada, artinya bahwa tanda-tanda tsunami itu ada. Kita memiliki waktu sekitar 15 menit untuk bisa menjauh dari titik pantai," katanya. Kabupaten Malang memiliki titik wisata pantai di sepanjang selatan pulau Jawa. Masyarakat pinggi...