Langsung ke konten utama

Wanita yang Adopsi 118 Anak Dipenjara 20 Tahun karena Kasus Penipuan

Wanita yang Adopsi 118 Anak Dipenjara 20 Tahun karena Kasus Penipuan

Seorang wanita China berusia 54 tahun yang pernah dipuji karena mengadopsi 118 anak telah dihukum 20 tahun penjara karena kasus penipuan.

Li Yanxia dinyatakan bersalah di Pengadilan Wu'an di provinsi Hebei karena melakukan pemerasan, penipuan, pemalsuan dan mengganggu ketertiban sosial.

Yanxia, mantan pemilik panti asuhan, yang pernah dijuluki "Love Mother", juga didenda 2,67 juta yuan (Rp5,4 miliar). Lima belas kaki tangan, termasuk pacarnya, juga dihukum.

Pengadilan menemukan bahwa Li Yanxia yang juga dikenal sebagai Li Lijuan telah menyalahgunakan panti asuhan.






"[Dia] melakukan penipuan bersama kelompoknya untuk mendapatkan manfaat ekonomi yang luas," demikian pernyataan Pengadilan Rakyat Kota Wu'an di situs blog mikro Weibo mengutip BBC News, Kamis (25/7).

Pacarnya, Xu Qi, dituduh mengganggu ketertiban sosial, pemerasan, penipuan. Dia mendapat hukuman 12,5 tahun penjara dan denda 1,2 juta yuan (Rp2,4 miliar).

Sedangkan 14 kaki tangan lainnya menerima hukuman penjara hingga empat tahun.


Membuka desa

Li pertama kali menjadi terkenal pada 2006 setelah media mengetahui fakta bahwa ia telah mengadopsi lusinan anak di kampung halamannya di Wu'an, sebuah kota kecil di provinsi Hebei.

Dia mengatakan kepada media bahwa dia pernah menikah tetapi telah bercerai. Mantan suaminya telah menjual putra mereka ke pedagang gelap seharga 7.000 yuan (Rp14 juta), katanya.

Dia berkata bahwa dia berhasil mendapatkan putranya kembali—dan saat itulah dia memutuskan untuk mengadopsi anak.

Selama bertahun-tahun ia mendapatkan kekayaan yang signifikan, menjadi salah satu wanita terkaya di Hebei, dan pada tahun 1996, dia membeli sebuah perusahaan pertambangan besi.

"Saya sering melihat seorang gadis berusia lima atau enam tahun berlarian di sekitar tambang. Ayahnya meninggal … ibunya melarikan diri … jadi saya membawa gadis itu ke rumah saya. Dia adalah anak pertama yang saya adopsi," katanya kepada surat kabar lokal Hebei, Yanzhao Metropolis Daily pada saat itu.

Dia melanjutkan untuk mengadopsi lusinan anak-anak lain dan akhirnya membuka panti asuhan, yang dia beri nama "Desa Cinta". Dia sering ditulis di media, termasuk beberapa laporan bahwa dia telah berjuang melawan kanker dan menghabiskan seluruh kekayaannya.

Jumlah anak di bawah asuhannya mencapai puncaknya pada 2017 dengan 118 anak.

Pada tahun itulah pemerintah menerima informasi dari anggota masyarakat yang memberi tahu ada kegiatan yang mencurigakan.

Pada Mei 2018, polisi menemukan bahwa ia memiliki lebih dari 20 juta yuan (Rp40 miliar)dan USD 20.000 (Rp 279 juta) di rekening banknya, dan memiliki kendaraan mewah seperti Land Rovers dan Mercedes Benz.

Mereka menemukan dia telah melakukan kegiatan ilegal sejak 2011.




Dia juga memanipulasi beberapa anak angkatnya untuk menghalangi pekerjaan di lokasi konstruksi. Salah satu contoh membuat mereka berjalan di bawah truk sehingga konstruksi tidak dapat dilanjutkan. Li kemudian memeras perusahaan konstruksi ini.

Wanita berusia 54 tahun itu juga ditemukan mendapatkan uang dengan dalih membangun "Desa Cinta".

Li ditempatkan di bawah penahanan kriminal pada bulan Mei. Ada 74 anak yang tersisa di desa ketika dia ditahan. Mereka dipindahkan ke berbagai fasilitas pemerintah dan sekolah lainnya.

Banyak orang di media sosial di China mengutuk tindakannya, menyebutnya serigala berbulu domba.

"Menjijikkan. Paman saya benar-benar menyumbang kepada [panti asuhan] sebelumnya," kata seseorang di Weibo.

"Saya pernah memanggilnya Love Mother," kata pengguna lain. "Aku ingin mengambilnya kembali … tidak ada cinta sama sekali padanya. Dia tidak layak untuk nama itu."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gareth Bale Mau Dibuang, Mengapa Zidane Masih Memainkannya?

Pelatih Real Madrid , Zinedine Zidane memberikan alasan mengapa memainkan Gareth Bale pada laga pramusim melawan Arsenal. Putusan itu jadi sorotan karena sejak jelang berakhirnya musim 2018/19 hingga beberapa pekan terakhir ini, Zidane sering menyebutkan jika Bale akan dilepas pada musim ini karena sang pemain tak masuk dalam rencananya di musim 2019/20 nanti. Dalam pertandingan melawan Arsenal di laga pramusim, Rabu, Gareth Bale dimainkan Zidane sebagai peain pengganti. Pemain asal Wales itu mencetak satu gol ikut membantu menyamakan kedudukan jadi 2-2. Madrid kemudian menang adu penalti 3-2. Mainnya Bale membuat publik bertanya-tanya apakah Bale tetap dilepas atau dipertahankan. “Ya, dia masih bersama kami dan mau main, penampilannya juga bagus dan saya senang dengannya,” papar Zidane kepada Diario AS. Pria asal Prancis itu melanjutkan, “Seperti yang saya pernah bilang, sekarang ini ya Gareth masih di sini, masih bersama kami. Tapi di hari lain belum tahu, itu lihat saja na...

Masyarakat Pesisir Pantai Selatan Diminta Pahami Tanda Tsunami

Masyarakat pantai selatan Kabupaten Malang diminta selalu waspada terhadap potensi terjadinya gempa dan tsunami. Karena wilayah yang berada di area pergerakan aktif lempeng Indo-Australia dan Euroasia. "Tetap waspada terkait dengan gejala-gejala yang menimbulkan tsunami atau tidak. Karena pasti akan ada tanda-tanda tertentu, tidak panik," kata Bambang Istiawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Malang, Minggu (21/7). Bambang menegaskan, setiap laut mesti mempunyai potensi tsunami yang sampai sekarang belum ada keilmuan yang bisa memperkirakan kapan terjadinya. Seperti diibaratkan gunung berapi, pasti akan berpotensi meletus tetapi tidak tahu kapan meletusnya. "Berkaitan dengan itu, kami waspada, artinya bahwa tanda-tanda tsunami itu ada. Kita memiliki waktu sekitar 15 menit untuk bisa menjauh dari titik pantai," katanya. Kabupaten Malang memiliki titik wisata pantai di sepanjang selatan pulau Jawa. Masyarakat pinggi...

stri Hilang Ingatan, Suami Melamar Untuk Kedua Kalinya

Seperti dalam Film, Istri Hilang Ingatan, Suami Melamar Untuk Kedua Kalinya Kisah seorang yang hilang ingatan tak jarang diangkat menjadi film, drama, atau sinetron. Seseorang yang tak ingat kenangan dengan pasangannya pun beberapa kali mewarnai layar kaca bergenre romantis. Sebut saja salah satunya  The Vow  yang terkenal itu. Bak film romansa, kisah semacam itu terjadi di dunia nyata. Kisah itu dialami Laura Hart Faganello. Melalui media sosialnya, Laura Faganello pun membagikan kisahnya. Sebelum kecelakaan yang mengakibatkannya hilang ingatan, Laura Faganello menikah dengan Brayden Faganello pada 2016. Sembilan bulan setelah pernikahannya, kepala Laura tertimpa benda dan mendapat benturan keras. Laura pun mengalami cedera otak. Setelah perempuan itu sadar, dirinya berpikir berusia 17 tahun dan tidak tahu siapa itu Brayden. "Kenangan pertemuan saya, jatuh cinta, dan menikahi Brayden hilang." tulis Laura. Alami masa sulit Sejak kecelakaan ...